Sadar Diri, bukan Rendah Hati

Sadar Diri, bukan Rendah Hati

By: Louis Sastrawijaya

Seingat saya selama ini sudah lebih dari seratus orang dan kebetulan pada bulan Desember 2015 ini ada tiga orang lagi menyampaikan pernyataan yang sejenis ini; ‘Bapak hebat banget lho, rendah hati meski pengalaman mengajarnya banyak sekali…’, ‘Pak Louis itu orangnya low profile padahal sudah belajar kemana-mana sampai ke Amerika…’, ‘Bapak luar biasa humble mau bergaul sama kita-kita yang orang biasa aja’.

Ungkapan-ungkapan spontan tersebut yang kebanyakan dari para peserta inhouse training, membuat saya merenung dan berpikir apa yang membuat mereka sampai berkata seperti itu. Sebenarnya kalau dipikirkan dengan akal sehat, faktanya banyak juga orang yang lebih tinggi secara kompetensi atau prestasi dalam berbagai bidang yang mereka geluti.

Pada suatu kesempatan ketika saya berdoa, saya menyadari bahwa sebenarnya lebih tepat jika dikatakan bahwa saya itu sadar diri, bukan rendah hati. Maksudnya bukan dengan sengaja saya merendah namun merasa tinggi di dalam hati, tetapi memang saya benar-benar tidak merasa tinggi sehingga tidak layak menyombongkan diri.

Keyakinan saya adalah kita semua memang merupakan manusia luar biasa yang punya sangat banyak potensi, dan lebih tepat jika dikatakan itu merupakan kehebatan Dia yang menciptakan manusia. Kita semua diberikan kompetensi dan kesempatan untuk berprestasi sesuai dengan jalan kita masing-masing. Apa yang menjadi tugas kita adalah selalu berusaha memaksimalkan potensi diri untuk meraih berbagai prestasi. Selain itu doa kita juga doa dari orang-orang yang kita cintai merupakan kekuatan yang paling besar dalam memberikan kontribusi pada kesuksesan atau kekuatan diri kita dalam menjalani proses menuju kesuksesan selama ini.

Para pembaca yang baik, jadi ini yang saya namakan kesadaran diri. Melalui kesadaran diri, perasaan bersyukur dan pola pikir bahwa diri kita masih perlu terus belajar akan selalu kita miliki. Kesadaran diri juga akan menghindarkan kita dari perasaan rendah diri. Namun sebaliknya, justru kesadaran diri ini akan menciptakan kesan kerendahan hati dari mereka yang mengamati.

Mari pada penghujung tahun 2015 ini kita lebih punya kesadaran diri, menyadari betapa banyak berkat yang kita terima dan perlu kita bagi dengan senang hati kepada orang lain, menyadari betapa banyak potensi dan kompetensi yang kita miliki untuk dimaksimalkan pada tahun 2016 agar semakin banyak berprestasi.

Salam Work with Passion!

Comments are closed.